Seni rupa dalam agama Katolik Roma
Seni
rupa dalam agama Katolik Roma terdiri atas semua karya-karya visual
yang dibuat sebagai usaha untuk menggambarkan, menunjang dan melukiskan
dalam bentuk yang bisa dicerna oleh indera manusia. Hal ini termasuk
karya ukir, lukisan, mosaik, karya logam, jahitan dan bahkan karya
arsitektur. Kesenian Katolik telah memainkan sebuah peran yang penting
di dalam sejarah dan perkembangan Kesenian Dunia Barat semenjak abad
ke-4 Masehi. Tema utama dalam Kesenian Katolik adalah masa kehidupan
Yesus Kristus, termasuk juga masa kehidupan murid-murid-Nya, para orang
suci, dan peristiwa-peristiwa Perjanjian Lama dari kebudayaan Yahudi.
ü Seni rupa Abad Pertengahan
Seni
rupa Abad Pertengahan adalah kumpulan karya dan konsep seni rupa yang
muncul sejak dimulainya abad pertengahan, dengan bersekutunya
bangsa-bangsa Germania di bawah Raja Charmelagne hingga dimulainya masa
renaisans.
Karya seni rupa pada zaman ini memiliki ciri khas, yaitu
o Keterikatan atas otoritas gereja yang mendominasi pemerintahan
o Struktur sosial masyarakat.
o Ketaatan kepada gereja adalah mutlak. bahkan tak jarang gereja ikut campur tangan dalam menentukan isi karya yang akan dibuat.
Secara
visual, karya seni rupa Abad Pertengahan terlihat datar, dengan
pengolahan warna-warna primer dan pose yang agak kaku. Konsep perspektif
pada masa ini sangat jarang ditemukan, atau kalau pun ada, hanya berupa
pengolahan sederhana dengan banyak distorsi. Selain itu, tidak sulit
menemukan material cat emas, emas, batuan berharga, dan gading sebagai
bahan utama karya.
Ukuran karya seni rupa pada masa ini kebanyakan besar. Tetapi, tidak
seperti pada masa klasik Romawi, ukuran yang besar tidak dimaksudkan
untuk hal monumental, tetapi lebih sebagai pengisi ruang arsitektur yang
pada masa itu cenderung tinggi dan luas dan sebagai wujud kebesaran
Tuhan.
Seni rupa Abad Pertengahan bisa diklasifikasikan atas dua masa, yaitu
§ Zaman Romanesque,
Kesenian
Romanesko yang lama telah didahului oleh jaman Pra-Romanesko,
berkembang di Eropa Barat dari sekitar tahun 1000 Masehi hingga lahirnya
gaya Gothik. Bangunan gereja ditandai dengan peningkatan ukuran tinggi
dan ukuran keseluruhan bangunan. Atas-atap yang berkubah ditunjang
dengan tembok-tembok batu yang tebal, pilar-pilar raksasa dan
lengkungan-lengkungan sempurna. Suasana dalamnya yang gelap diterangi
dengan lukisan-lukisan dinding mengenai Yesus, Maria dan para orang suci
yang seringkali dilukiskan berdasarkan model gaya Byzantium.
§ Gothic.
Pintu
gerbang barat di Katedral Chartres (sekitar tahun 1145). Patung-patung
arsitektur ini adalah diantara karya ukir pertama gaya Gothik dan
merupakan sebuah revolusi dalam gaya dan model untuk sebuah generasi
para pengukir.Kesenian Gothik lahir di Perancis di pertengahan abad
ke-12. Basilika Saint-Denis yang dibangun oleh Biarawan Kepala Suger
adalah bangunan besar pertama yang bergaya Gothik. Ordo-ordo biarawan
yang baru, terutama para boarawan Cistercian dan Carthusian adalah para
pembangun penting yang mengembangkan gaya-gaya yang berbeda yang
kemudian mereka sebarkan di seluruh penjuru Eropa.
Seni rupa Abad Pertengahan menyebar ke hampir seluruh
wilayah Eropa. Terutama adalah Jerman, Italia, Perancis, Russia,
Inggris, Normandia, Ottonia, dan Bizantium. Masing-masing kesenian dari
daerah ini menyatu dan saling memberi pengaruh sehingga membentuk
kesatuan seni rupa.
GAYA SENI RUPA YANG BERKEMBANG DI ABAD 17-19
Di antara gaya/aliran kesenian yang banyak berkembang di Eropa pada abad pertengahan; yaitu:
Kata
renaissance berasal dari bahasa Perancis yang berarti ‘’kelahiran
kembali’’, Renaissans, yang dipengaruhi secara besar-besaran oleh
ketertarikan di bidang seni dan budaya antik klasik. Pada mulanya hal
ini meneruskan gaya-gaya dari periode sebelumnya tanpa perubahan yang
berarti, yaitu hanya menggunakan busana dan latar belakang arsitektur
bergaya klasik yang ternyata semuanya sangat cocok untuk tema-tema
Perjanjian Baru. Namun hilangnya intensitas kerohanian terlihat jelas di
banyak lukisan-lukisan religius dari era Renaissans Awal -
lukisan-lukisan dinding terkenal di dalam Kapel Tornabuoni oleh Domenico
Ghirlandaio (1485-90) terlihat lebih tertarik penggambaran detil atas
wajah-wajah kehidupan kota yang kaya raya dibandingkan dengan tema-tema
utama mereka. Sementara itu lukisan-lukisan dinding di Kapel Magi oleh
Benozzo Gozzoli (1459-61) lebih merupakan sebuah perayaan status
keluarga Medici dibandingkan dengan tema Kehadiran Sang Magi. Kedua
contoh ini (yang masih menggunakan busana kontemporer) berasal dari
Florence, pusat era Renaissans Awal. Banyak seniman era Renaissans Awal,
seperti Fra Angelico dan Botticelli adalah orang-orang yang sangat taat
agama.
Mannerism adalah gaya seni rupa, terutama seni lukis, yang berkembang
setelah peristiwa Sack of Rome pada tahun 1527 sesaat setelah munculnya
masa High Renaissance.
Mannerisme memperlihatkan sisi individual seniman, di samping juga
pengaruh seni klasik Roma. Mannerisme digunakan untuk menjelaskan gaya
seni pada rentang waktu 1530 sampai 1580 yang memperlihatkan
lukisan-lukisan dengan proporsi tubuh seperti ditarik memanjang,
beberapa deformasi bentuk, dan pose-pose janggal dengan tujuan
menciptakan dramatisasi. Contoh karya seni rupa pada aliran ini adalah
Lukisan Parmigianino Madonna with the Long Neck (1534-40).
Kesenian Barok, yang berkembang selama berpuluh-puluh tahun setelah
Konsili Trento (walaupun apa pengaruh konsili ini terhadap gaya seni ini
masihlah diperdebatkan), secara pasti memenuhi sebagian besar
persyaratan yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, terutama di dalam
tahap-tahap awal yang lebih sederhana seperti karya-karya Carracci dan
Caravaggio, walau keduanya tetap saja harus berhadapan dengan
penentangan kaum rohaniwan atas gaya realismenya dalam penggambaran
tokoh-tokoh suci. Tokoh-tokoh ini ditampilkan dengan cara yang langsung
dan dramatis dengan sedikit kiasan yang sukar dimengerti. Kelompok
tokoh-tokoh yang berpotensi untuk dilukis diperluas secara besar-besaran
sejalan para seniman Barok sangat tertarik untuk menemukan
episode-episode kitab suci dan peristiwa-peristiwa dramatis kehidupan
para orang suci yang baru.
Ketika aliran ini terus hidup di kesederhanaan abad ke-17 dan gaya
realisme cenderung untuk berkurang (kecenderungan ini lebih perlahan
terjadi di Spanyol dan Perancis), unsur dramanya tetap menonjol dengan
hadirnya penggambaran saat-saat yang sangat menegangkan, pergerakan yang
dramatis, pewarnaan dan pencahayaan chiaroscuro, juga menampilkan para
malaikat (kerubim) yang sedang gelisah dan awan yang menggulung-gulung.
Arsitektur dan seni pahat juga bertujuan untuk mencapai pengaruh yang
sama bagi yang melihatnya. Kesenian Barok menyebar ke dunia Eropa
Katolik dan ke misi-misi seberang lautan di Benua Asia dan Amerika.
Di abad ke-18, aliran Barok yang sekular berkembang
menjadi gaya Rokoko yang lebih ringan namun tetap lebih flamboyan,
sebuah gaya yang juga sulit untuk menyesuaikan diri pada tema-tema
religius,. Di paruh terkahir abad ini terdapat semacam reaksi, terutama
di bidang arsitektur, yang menentang aliran Barok, dan kembali pada
bentuk-bentuk yang lebih klasik dasar dan Palladian.
Pada saat ini laju produksi karya-karya seni produksi terlihat menurun.
Setelah banyak terjadi pembangunan dan pembangunan ulang gereja di masa
Barok, negara-negara Katolik terlihat jelas kelebihan dengan jumlah
gereja dan biara, seperti yang terjadi di Naples, yang jumlahnya bukan
main banyaknya. Pihak Gereja saat ini berperan hanya sebagai pelindung
karya seni dan bukan lagi sebagai bangsawan dan aristokrat, dan
permintaan masyarakat kelas menengah akan karya seni, terutama yang
bertemakan sekular, bertambah dengan cepat.
Romantisisisme adalah sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual
yang berasal dari Eropa Barat abad ke-18 pada masa Revolusi Industri.
Gerakan ini sebagian merupakan revolusi melawan norma-norma
kebangsawanan, sosial dan politik dari periode Pencerahan dan reaksi
terhadap rasionalisasi terhadap alam, dalam seni dan sastra. Gerakan ini
menekankan emosi yang kuat sebagai sumber dari pengalaman estetika,
memberikan tekanan baru terhadap emosi-emosi seperti rasa takut, ngeri,
dan takjub yang dialami ketika seseorang menghadapi yang sublim dari
alam.
Gerakan ini mengangkat seni rakyat, alam dan kebiasaan, serta
menganjurkan epistemologi yang didasarkan pada alam, termasuk aktivitas
manusia yang dikondisikan oleh alam dalam bentuk bahasa, kebiasaan dan
tradisi. Ia dipengaruhi oleh gagasan-gagasan pencerahan dan mengagungkan
medievalisme serta unsur-unsur seni dan narasi yang dianggap berasal
dari periode Pertengahan. Nama "romantik" sendiri berasal dari istilah
"romans" yaitu narasi heroik prosa atau puitis yang berasal dari sastra
Abad Pertengahan dan Romantik.
Ideologi dan kejadian-kejadian sekitar Revolusi Perancis dan Revolusi
Industri dianggap telah mempengaruhi gerakan ini. Romantisisme
mengagungkan keberhasilan-keberhasilan dari apa yang dianggapnya sebagai
tokoh-tokoh heroic dan seniman-seniman yang keliru dipahami, dan yang
telah mengubah, masyarakat. Ia juga mengesahkan imajinasi individu
sebagai otoritas kritis yang memungkinkan kebebasan dari pemahaman
klasik tentang bentuk dalam seni. Dalam penyampaian gagasan-gagasannya
gerakan ini cenderung untuk kembali kepada apa yang dianggapnya sebagai
keniscayaan sejarah dan alam.
Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam
suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa
tambahan interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha
dalam seni rupa unruk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa
menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.
Pembahasan
realisme dalam seni rupa bisa pula mengacu kepada gerakan kebudayaan
yang bermula di Perancis pada pertengahan abad 19. Namun karya dengan
ide realisme sebenarnya sudah ada pada 2400 SM yang ditemukan di kota
Lothal, yang sekarang lebih dikenal dengan nama India. Perupa realis
selalu berusaha menampilkan kehidupan sehari-hari dari karakter,
suasana, dilema, dan objek, untuk mencapai tujuan Verisimilitude (sangat
hidup). Perupa realis cenderung mengabaikan drama-drama teatrikal,
subjek-subjek yang tampil dalam ruang yang terlalu luas, dan
bentuk-bentuk klasik lainnya yang telah lebih dahulu populer saat itu.
Dalam
pengertian lebih luas, usaha realisme akan selalu terjadi setiap kali
perupa berusaha mengamati dan meniru bentuk-bentuk di alam secara
akurat. Sebagai contoh, pelukis foto di zaman renaisans, Giotto bisa
dikategorikan sebagai perupa dengan karya realis, karena karyanya telah
dengan lebih baik meniru penampilan fisik dan volume benda lebih baik
daripada yang telah diusahakan sejak zaman Gothic.
Kejujuran
dalam menampilkan setiap detail objek terlihat pula dari karya-karya
Rembrandt yang dikenal sebagai salah satu perupa realis terbaik.
Kemudian pada abad 19, sebuah kelompok di Perancis yang dikenal dengan
nama Barbizon School memusatkan pengamatan lebih dekat kepada alam, yag
kemudian membuka jalan bagi berkembangnya impresionisme. Di Inggris,
kelompok Pre-Raphaelite Brotherhood menolak idealisme pengikut Raphael
yang kemudian membawa kepada pendekatan yang lebih intens terhadap
realisme.
Teknik
Trompe l'oeil, adalah teknik seni rupa yang secara ekstrim
memperlihatkan usaha perupa untuk menghadirkan konsep realisme.
Impresionisme
adalah suatu gerakan seni dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada
tahun 1860an. Nama ini awalnya dikutip dari lukisan Claude Monet,
"Impression, Sunrise" ("Impression, soleil levant"). Kritikus Louis
Leroy menggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di Le
Charivari.
Karakteristik
utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna
cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna
hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), komposisi terbuka,
penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak
terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa.